3 Hari Berturut-turut Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Positif Kabar Baik Covid-19

3 Hari Berturut-turut Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Positif Kabar Baik Covid-19

Tambahan pasien sembuh Covid 19 kembali catatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan tambahan kasus terkonfirmasi positif pada Minggu (23/8/2020). Mengutip data covid19.go.id , terdapat penambahan 2.037 kasus positif dalam 24 jam terakhir. Sedangkan kasus sembuh bertambah 2.302.

Sehingga dari total 153.535 kasus terkonfirmasi, 107.500 kasus telah dinyatakan sembuh. Persentase kesembuhan kasus Covid 19 di Indonesia kini mencapai 70 persen. Sementara itu angka kematian bertambah 86.

Sehingga total kasus kematian akibat Covid 19 mencapai 6.680. Persentase angka kematian akibat Covid 19 di Indonesia yaitu 4,4 persen. Diketahui, beberapa tiga hari terakhir tambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan tambahan kasus positif.

Kasus baru : 2.197 Kasus sembuh : 2.317 Kasus baru : 2.090 Kasus sembuh : 2.207 Kasus baru : 2.037 Kasus sembuh : 2.302

Kondisi ini disebut Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya, Dokter Windhu Purnomo, sebagai tanda baik. Meskipun, wabah Covid 19 dinilai belum mencapai puncaknya. Akan tetapi, jumlah akumulasi kasus aktif dari hari ke hari dinilai masih belum baik.

"Sudah pernah turun tapi naik lagi," ungkapnya. Windhu menyebut, berdasar kasus by declare , yang dipebarui pemerintah per hari, kasus Covid 19 masih terus naik. "Sampai tanggal ini kita belum memasuki puncak, gelombang pertama saja belum nyampai," imbuhnya.

Lebih lanjut Windhu mengungkapkan, pakar epidemiologi kesulitan untuk memperkirakan puncak Covid 19. Dikarenakan, data kasus Covid 19 naik turun seiring perubahan kebijakan pemerintah. "Epidemiologi saja, sebagai orang Kesmas, sulit memprediksi karena data itu naik turun karena kebijakannya juga berubah ubah," ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak wabah virus corona (Covid 19) di Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus atau September 2020. Hal itu disampaikan Jokowi kala berbincang dengan wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, 13 Juli 2020 lalu. "Kalau melihat angka angka, memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Jokowi.

Jokowi pada bulan Maret lalu juga sempat memprediksi puncak Covid 19 akan terjadi pada Mei. Namun, prediksi tersebut meleset. Jokowi kini justru menemukan fakta kasus baru Covid 19 masih terus bertambah.

Prediksi terbaru pandemi Covid 19 akan mencapai puncaknya pada Agustus atau September juga masih bisa berubah. Jokowi menilai, hal tersebut bergantung dengan kinerja seluruh jajarannya dalam menekan penyebaran kasus Covid 19. "Kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda. Oleh sebab itu, saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *