Anies Baswedan Dijuluki ‘Gubernur Indonesia’ di Reuni 212, Dua Pengamat Beri Penilaian Berbeda

Anies Baswedan Dijuluki ‘Gubernur Indonesia’ di Reuni 212, Dua Pengamat Beri Penilaian Berbeda

Pengamat menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedandianggap sebagai ikon perlawanan politik dalam Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Anies mendapat sebutan 'Gubernur Indonesia' dari para peserta reuni akbar tersebut. Pengamat politik dan tata negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, menilai Anies telah menjelma menjadi ikon perlawanan politik yang merepresentasikan kelompok 212.

"Salah satu iconnya adalah anti Ahok, dan Anies adalah representais mereka, kelompok Islam 212," imbuhnya menekankan. Perwakilan itu ditujukkan dengan intensitas Anies dalam menghadiri acara kelompok tersebut. "Tiap pertemuan Anies selalu hadir di situ, memberi ruang, memberi statement , memberi motivasi semangat ke kelompok 212," ujar Agus.

"Sekarang kemudian Anies hadir dianggap nostalgia saja, akan menghasilkan namaya greget politik," tambahnya. Sebutan 'Gubernur Indonesia' yang disematkan kepada Anies dinilai juga sebagai sarana meminta perhatian publik. "Kebetulan ikon yang muncul di reuni akbar itu pernyataan Anies sebagai Gubernur Indonesia," kata Agus.

Agus menambahkan istilah Gubernur Indonesia tidak ada dalam kamus politik maupun tata negara Indonesia. "Dalam istilah politik tidak ada, tidak ada (juga) dalam tata negara, Gubernur Indonesia tidak ada, hanya ada daerah tertentu seperti Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Barat," tutur Agus. "Arahnya sudah tahu sebenarnya ingin mengatakan pak Anies adalah calon Presiden 2024," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *