Antisipasi Covid-19, Tito Karnavian Larang Pejabat Dinas ke Luar Negeri

Antisipasi Covid-19, Tito Karnavian Larang Pejabat Dinas ke Luar Negeri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melarang pejabat dan kepala daerah melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Larangan ini terkait virus corona yang telah mewabah lebih dari 100 negara di dunia. Bahkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health organizasion) telah menyatakan Covid 19 sebagai pandemi.

"Saya ingin menyampaikan penekanan khusus, karena virus corona ini sudah menjadi pandemi artinya sudah mendunia," ujarnya yang dikutip daro YouTube Kompas tv , Minggu (15/3/2020). "Dari 193 negara yang dikenal, itu lebih kurang ada 121 negara sudah terkena," jelasnya. Melihat hal itu, Mendagri mengimbau agar para pejabat dan kepala daerah untuk tidak dinas ke luar negeri terlebih dahulu.

"Oleh karena itu satu di antara upaya kita adalah saya selaku mendagri meminta teman teman pejabat daerah menunda perjalanan ke luar negeri sampai waktu yang ditentukan," tegas Tito. "Supaya tidak tertular (virus corona) saat berada di luar negeri," imbuhnya. Sementara itu, pemerintah telah mengumumkan terkait penambahan kasus positif virus corona di Indonesia pada Minggu (18/3/2020) siang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyebut terdapat 21 kasus tambahan sehingga total pasien positif virus corona di Indonesia mencapai 117 orang. "Kita mendapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah," kata Yurianto yang dikutip dari Yuri mengatakanbahwa ke 21 kasus tersebut merupakan data pada Sabtu (14/3/2020) sore.

"Per hari ini, dari laboratorium yang saya terima sore belum. Kita memaklumi karena spesimen dari luar Jakarta itu kan kira kira kalau pesawat baru sampai di sini pagi tadi ya, penerbangan pertama masuk itu kan pagi, mengalir terus sampai dengan siang. Nah ini baru dibawa ke Litbangkes, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan," tambahnya. "Kenapa dia diisolasi dan sebagainya, ini adalah hak pasien pertama," imbuhnya. "Kemudian yang kedua, dokternya juga harus menyampaikan ke dinas kesehatan setempat. Ini penting dalam konteks kepentingan trakcing seperti yang kita pahami bersama ini,"tutur Yuri.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto menyebut pemerintah belum akan mengambil opsi lockdown menyikapi penyebaran virus corona ini. Pemerintah sangat berhati hati dalam menangani penyebaran virus ini, agar tidak menyebabkan masalah baru nantinya. " "Kita tidak berbicara pada angka (jumlah pasien positif), tapi berbicara pada multidimensional, karena saya katakan ini bukan masalah kesehatan saja. Masalahnya banyak banget," kata Yuri yang dikutip dari

Apakah dengan lockdown menyelesaikan masalah atau malah bikin masalah baru," imbuhnya. "Kita harus hati hati betul dengan ini, kita enggak latah latahan kok ya," tegas Yuri. Menurutnya Indonesia memiliki kehormatan untuk bisa menentukan negara kita sendiri.

"Jadi kenapa tidak ikut seperti itu, ikut seperti ini ya karena kita negara yang merdeka, tidak harus mengikuti mereka," katanya. Achmad Yurianto menambahkan kuncinya saat ini adalah masyarakat tidak panik dengan situasi sekarang ini. "Kita punya pertimbangan di sini ada tim ahlinya banyak yang bisa berikan pertimbangan cukup banyak dan kita yakni tidak perlu ada kepanikan. Itu saja kuncinya," kata Achmad Yurianto. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *