di-DO dari Kampus Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kapuas Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik

di-DO dari Kampus Ditangkap Tanpa Perlawanan di Kapuas Perjalanan Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik

Terduga pelaku fetish kain jarik, G, akhirnya berhasil diamankan pihak kepolisian. Setelah sempat dicari cari, G ditangkap polisi di kampung halamanannya. Diciduk polisi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Ia diamankan di rumah pamannya tanpa perlawanan. Keberadaannya sempat menuai rasa penasaran hingga dicari banyak orang, G ternyata ada di rumah pamannya. Berada di kampung halamannya sejak bulan Maret 2020 lalu.

Saat ditangkap, ia pun pasrah dan tak melakukan perlawanan. Seperti yang ramai diberitakan, nama G mendadak viral setelah perilaku menyimpangnya terbongkar. Aksinya diungkap oleh seorang pemilik akun Twitter bernama @m_fikris.

Si pemilik akun membongkar perilaku menyimpang G yang diduga melakukan pelecehan seksual ini melalui sebuah utas di Twitter, Kamis (30/7/2020) lalu. Dalam utasnya, akun tersebut menceritakan cara pelaku, G, yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Airlangga, mendekatinya. Akun tersebut mengaku berkuliah di kampus yang berbeda dengan G.

Tapi, G mengikuti media sosial Instagram pribadinya dan intens mengajak berbincang pada tahun lalu. Lalu, G meminta terduga korban membungkus tubuh dengan kain jarik atau kain batik. Alasannya, untuk kepentingan riset.

Dengan berbagai alasan, korban mau menuruti permintaan G. Terduga korban juga melampirkan foto dirinya dibungkus kain jarik dalam utas tersebut. Ia juga melampirkan percakapan dengan terduga pelaku yang memintanya membungkus tubuh dengan kain jarik.

Dalam utas tersebut, korban juga menandai akun media sosial Universitas Airlangga dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Universitas Airlangga membuka layanan pengaduan tentang dugaan pelecehan seksual fetish kain jarik yang dilakukan G. Universitas diSurabayaitu menerima sekitar 15 pengaduan tentang aksi tersebut.

Universitas Airlangga juga mengklarifikasi hal itu kepada keluarga terduga pelaku. Dalam rapat virtual yang dihadiri ibu dan kakak G, keluarga terduga pelaku menyesalkan perbuatan anaknya. Seminggu berselang, Universitas Airlangga mencopot status G sebagai mahasiswa.

Dianggap melanggar etik mahasiswa. Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Universitas Airlangga Suko Widodo mengatakan, mahasiswa semester 10 Fakultas Ilmu Budaya itu mencoreng nama baik universitas sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai moral. "Apa yang dilalukan yang bersangkutan jelas sangat mencoreng nama baik institusi kampus Unair," kata Suko Widodo.

Universitas Airlangga juga mempertimbangkan pengaduan sejumlah korban yang merasa dilecehkan dan direndahkan martabatnya. "Jika memang memenuhi unsur kriminal, kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum," ujar Suko. Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya juga menerima tiga laporan dugaan pelecehan seksual fetish kain jarik yang dilakukan G.

Polisi mulai bergerak menyelediki kasus tersebut. Sejumlah saksi dan korban diperiksa. Polisi juga menggeledah indekos terduga pelaku yang berada di Surabaya.

Pelaku diketahui tak ada di indekosnya. Polisi menyita sejumlah barang pribadi dari indekos tersebut demi kepentingan penyelidikan. Pada Kamis (7/8/2020), tim gabungan Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, Polda Kalteng, dan Polres Kapuas menangkap G di rumah pamannya di Kelurahan Selata Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti mengatakan, G sudah berada di kampung halaman sejak akhir Maret 2020. "Saat pandemi Covid 19 dan tidak ada kegiatan perkuliahan di kampus, G pulang kampung," kata Manang ketika dikonfirmasi Jumat (7/8/2020). Polisi sempat memburu G ke sebuah rumah di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Alamat itu sesuai dengan kartu identitas mahasiswa tersebut. "Kami sempat mencari ke alamat tersebut namun tidak ditemukan," kata Manang. Manang mengatakan, polisi melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga G.

Saat ditangkap, G tak berniat melawan atau menolak. Sebelum diterbangkan ke Surabaya, G dibawa ke RSUD Kapuas untuk melakukan rapid test Covid 19 dan dinyatakan nonreaktif. Diterbangkan ke Surabaya pada Jumat (7/8/2020) pagi.

"Tadi pagi diterbangkan ke Surabaya. Pukul 11 siang tadi sudah sampai di Mapolrestabes Surabaya," kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arif Risky, Jumat. Gilang saat ini berada di Mapolrestabes Surabaya. Polisi akan memeriksa secara intensif kasus dugaan pelecehan seksual fetish kain jarik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *