Hadir TBM Bukdur Bercerita, Taman Bacaan untuk Anak-anak Sekitar Bukit Duri

Hadir TBM Bukdur Bercerita, Taman Bacaan untuk Anak-anak Sekitar Bukit Duri

Kebiasaan membaca masih rendah di kalangan masyarakat khususnya pelajar, sehingga kehadiran taman bacaan umum untuk masyarakat masih sangat dibutuhkan. Karena itu setiap ide atau gagasan untuk membuka taman bacaan dan menumbuh kembangkan semangat membaca harus diapresiasi. “Membangkitkan minat dan semangat membaca di kalangan anak anak dan orang tua harus terus ditumbuhkan, demi terciptanya habit atau kebiasaan membaca di kalangan masyarakat. Habit membaca yang baik akan berdampak pada peningkatan mutu SDM Indonesia di masa depan,” ujar penggagas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) “Bukdur Bercerita,” Safrudiningsih pada peresmian TBM tersebut di kediamannya, Jalan Bukit Duri Tanjakan III/3, Tebet, Jakarta, Selatan, Sabtu (30/11).

Peresmian TBM Bukdur Bercerita juga bersamaan dengan acara “Workshop Bunda Mendongeng di Hari Dongeng Nasional” yang diselenggarakan Kampung Dongeng Jakarta Selatan. Para pendongeng dari Jakarta yang hadir yakni oleh Arizal Hambali atau Kak Rizal, Nuryanti alias Kak Yanti, Suciati yang akrab disapa Ka Uci, Titin Yani Yualianti yang biasa dipangil Kak Titin, Muthiah Silmi Sajidah atau Kak Muthi, Safrudiningsih atau Kak Ning, dan Iwan M Ridwan yang disapa Kak Iwan. Peresmian TBM Bukdur Bercerita dihadiri anak anak usia SD dan SMP dan para orang tuanya. Anak anak dengan semangat membaca beragam buku cerita yang disediakan TBM, sementara orang tua mereka mendengarkan paparan tentang kiat dan tips mendongeng untuk anak anak agar menarik perhatian.

Selain penjelasan mengenai kiat dan tips mendongeng, ditampilkan juga hiburan sulap dari Kak Ning yang membuat anak anak dan orang tua yang hadir terhibur. Di akhir workshop, para orang tua diminta memperagakan bagaimana mendongeng yang baik. Orang tua yang semuanya perempuan pun tertarik mencoba bagaimana mendongeng. Ada yang mendongeng tentang kisah “Si Kancil Anak Nakal” dan ada juga yang mendongeng tentang bagaimana mengajarkan bersuci atau berwudhu sebelum salat.

Lebih lanjut Safrudingsih mengatakan, TBM Bukdur Bercerita yang dibuka untuk masyarakat sekitar Bukit Duri Tanjakan ini untuk membantu memasyarakatkan minat baca di kalangan anak dan orang tua yang kini mulai berkurang karena banyak faktor, baik karena gawai maupun televisi. “Kita ingin mengembalikan kebiasaan membaca dan mendongeng, sebab hal ini sangat penting sekali untuk pertumbuhan kecerdasan anak. Di TBM Bukdur Bercerita, selain kami sediakan buku bacaan bermutu, juga kita dongengkan cerita, baik diambil dari buku maupun sumber lain,” katanya. Menurut perempuan yang akrab disapa Kak Ning ini, TBM yang akan buka pada minggu ketiga setiap bulannya .

Namun bukan tidak mungkin akan dibuka setiap akhir pekan, sambil memonitor minat anak anak di sekitar Bukit Duri. ”Semoga saja kita bisa memberikan layanan lebih baik untuk anak anak Bukit Duri,” katanya. Sedangkan para orang tua yang hadir menyatakan kegembiranannya dengan dibukanya TBM Bukdur Bercerita mengintgat selama ini banyak waktu anak anak dihabiskan untuk menonton TV dan bermain gawai.

“Seneng banget ada TBM ini, semoga anak saya suka dengan buku buku cerita yang disediakan gratis untuk dibaca,” kata Ibu Yuri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *