Pihak Unair Belum Bisa Menghubungi hingga Kini Nasib Mahasiswa Pelaku Fetish Kain Jarik

Pihak Unair Belum Bisa Menghubungi hingga Kini Nasib Mahasiswa Pelaku Fetish Kain Jarik

Gilang, mahasiwa Universitas Airlangga, terduga pelaku pelecehan seksual, hingga saat ini belum bisa dihubungi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) semester 10 ini diketahui berasal dari luar Surabaya. Tak hanya Gilang, pihak keluarga pun hingga kini belum dapat dihubungi.

Hal ini disampaikan oleh Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo. "Kami mencoba menghubungi sejak semalam ramai dibicarakan, tapi hingga sekarang yang bersangkutan tidak menjawab dan tidak hadir." Suko menegaskan pihaknya akan memberi sanksi paling tegas jika Gilang terbukti melakukan pelecehan seksual.

Terlebih korban Gilang tak sedikit. Tindakan Gilang sendiri dinilai telah melanggar disiplin moral mahasiswa. "Kami secara tegas tidak akan melindungi kesalahan dan akan terus melakukan investigasi."

"Tentunya akan memberikan sanksi paling tegas karena hal itu merupakan tindakan melanggar disiplin moral mahasiswa," terang Suko Widodo. Tak hanya pihak Unair, Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim juga turun tangan dalam kasus Gilang. Mengutip , Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan pihaknya sedang menelusuri akun media sosial milik Gilang.

"Tim Siber Polda Jatim sedang menelusuri akun milik mahasiswa di Surabaya berinisial G yang diduga melakukan pelecehan seksual sesama jenis," terangnya, Jumat (31/7/2020). Meski belum ada korban melapor, Trunoyudo menyebutkan polisi tetap bisa melakukan penyelidikan untuk memberi kepastian hukum. Lebih lanjut, Trunoyudo menegaskan pihaknya akan mempercepat penanganan kasus Gilang ini.

"Polisi tetap melakukan penyelidikan sebagai bentuk memberikan kepastian hukum dan membuat masyarakat aman dan terlindungi," katanya. "Kami akan percepat penanganannya dalam proses hukum," sambung dia. Presiden BEM FIB Unair, Adnan Guntur, mengungkapkan Gilang sudah menjalankan modus berkedok penelitian sejak lama.

Adnan mengisahkan Gilang akan mendekati mahasiswa baru yang dianggapnya menarik lewat media sosial, kemudian berlanjut ke WhatsApp. Dilansir , setelahnya Gilang akan beralasan meminta bantuan korban untuk penelitiannya dalam hal bungkus membungkus. "Kalau ada maba yang dianggap menarik diincar sama dia dicari Instagramnya ngajak folbek terus dm minta nomor Whatsapp," ujar dia, Kamis.

Lebih lanjut, Adnan mengungkapkan Gilang pernah diarak warga karena tertangkap basah melakukan tindak asusila. Kejadian tersebut, kata Adnan, terjadi sekitat 2018 lalu. Saat itu, Gilang diarak sambil membawa tulisan, 'Saya tidak akan mengulangi lagi'.

"Kejadian sekitar tahun 2018, dia pernah ke gap (Ketahuan) sama warga." "Akhirnya sama warga diarak dengan membentangkan tulisan saya tidak akan mengulangi lagi." "Kayaknya kasusnya sama tali menali," beber Adnan.

Akun Twitter @m_fikris mengaku ia lah yang menulis soal pelecehan seksual bermodus penelitian yang dilakukan Gilang. "Iya benar (saya yang menulis)," akunya, Kamis, dilansir . Korban mengatakan ia merupakan mahasiswa dari universitas yang berbeda dengan Gilang.

Ia adalah mahasiswa angkatan 2019. Lebih lanjut, korban mengaku sudah mendengar ada rapat yang membahas soal kasus Gilang. Korban pun berharap Gilang dikeluarkan dari kampusnya.

"Sudah (dengar kabar kelanjutannya). Katanya lagi ada meeting di dekanat," katanya. "Nggak mau, sih. Jijik aku. Harapannya Mas Gilang bisa diusut." "Minimal DO dari kampus ya atau bisa dipenjara," imbuh dia.

Mengenai orientasi seksual Gilang yang disebut sebut memiliki fetish terhadap kain jarik, pakar memberikan tanggapannya. Dikutip dari , dr Andreas Kurniawan, Sp. KJ mengatakan fetish bukanlah penyakit. Dr Andreas mengungkapkan fetish merupakan ketertarikan seorang manusia.

“Kalau dalam istilah kesehatan mental ya, fetish tidak menimbulkan penderitaan dan tidak menimbulkan gangguan fungsi,” terangnya, Jumat. “Fetish bukan penyakit yang bisa disembuhkan. Itu kan ketertarikan kita." "(Misalnya) oh saya suka yang lebih muda atau yang lebih tua, saya suka yang pakai seragam ini. Itu kan bukan suatu penyakit,” papar dia.

Mengenai fetish Gilang yang ramai diperbincangkan adalah karena ia melakukannya tanpa ada persetujuan dari pihak lain. Kondisi tersebut, kata dr Andreas, disebut gangguan karena telah menimbulkan penderitaan dan gangguan fungsi. “Dalam hal ini dia jelas sudah menimbulkan penderitaan, baik bagi dirinya, maupun orang lain."

"Yang kedua, dia membuat jadi gangguan fungsi, apa gangguannya?" "Ya itu sudah mengganggu relasinya dengan sesama manusia,” tutur dr Andreas. Ia pun menyarankan agar Gilang atau penderita serupa untuk berkonsultasi pada psikolog agar gairahnya bisa terkontrol.

“Supaya dia berfungsi kembali untuk berelasi dengan orang secara aman dan nyaman,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *