Rampas Barang Berharga & Pukul Kepala Korban 2 Kali Cemburu Jadi Motif Suami Begal Istri Sendiri

Rampas Barang Berharga & Pukul Kepala Korban 2 Kali Cemburu Jadi Motif Suami Begal Istri Sendiri

Bagaimana jika Anda sedang mengalami nasib sial karena dibegal, namun orang terdekat Anda sendiri yang melakukannya? Ya kejadian ini dialami oleh seorang wanita di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wanita ini dibegal oleh orang yang paling dekat dengannya, yakni suaminya sendiri.

Kisah suami begal istri sendiri menjadi sebuah kisah nyata. Kejadian istri dibegal suami sendiri ini terjadi saat perjalanan pulang ke rumah. "Korban berinisial CML (40) perempuan, dan pelakunya NG (51), yang merupakan suaminya sendiri," kata Sunaryo dihubungi.

Berdasarkan laporan korban, peristiwa pembegalan itu terjadi saat ia sedang dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor. Korban saat itu perjalanan dari Wonosari menuju Karangmojo. Awalnya dia mengaku dibuntuti seorang pria misterius yang menutupi wajahnya dengan sarung dan masker.

Begitu jarak keduanya dekat, tiba tiba pria tersebut memepet korban dan menendang dirinya hingga jatuh. Tak hanya itu, CML yang sempat berhenti di pinggir jalan pun mendapat serangan fisik sebanyak 2 kali di kepala. "Pelaku kemudian langsung mengambil tas berisi ponsel, uang, dan barang barang milik korban. Korban hanya pasrah dan kaget dengan serangan mendadak saat itu," jelas Sunaryo.

Begitu pelaku kabur, CML pun berinisiatif dengan langsung melapor ke Polsek Karangmojo. Mendapat laporan itu, aparat pun langsung memproses dengan melakukan penyelidikan. Korban dan sejumlah saksi dimintai keterangannya.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku menggunakan sepeda motor jenis matik warna merah. Setelah identitas pelaku diketahui, aparat pun langsung mengamankan yang bersangkutan dan dipertemukan dengan korban. "Begitu bertemu, korban kaget karena pelakunya ternyata suaminya sendiri," ungkap Sunaryo.

Setelah dimintai keterangan, rupanya NG cemburu dengan istrinya. Menurutnya, CML sering berkomunikasi dengan pria lain lewat aplikasi percakapan di ponsel pintar. Lantaran cemburu itulah, NG kemudian melancarkan aksinya tersebut.

CML pun mengaku sama sekali tidak mengetahui jika pelaku penjambretan tersebut adalah suaminya sendiri. "Saat ini NG masih kami amankan di Mapolsek Karangmojo," kata Sunaryo. Peristiwa serupa juga terjadi di Palembang, di mana kali ini seorang adik nekat membegal kakaknya sendiri.

Seorang remaja berinisial MR (16) nekat membegal kakak angkatnya yang bernama Khairuddin Saputra (33) hingga tewas. Peristiwa pembegalan ini terjadi di Jalan Naskah II, Lorong Padi, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (5/6/2020) lalu. Penyelidikan kasus pembegalan tersebut masih berlangsung hingga saat ini di mana kronologi hingga motif perlaku terungkap.

Berikut ini fakta selengkapnya: Kejahatan itu diawali saat MR dihubungi Rohmadon untuk diajak mencuri motor. MR malah menyarankan Rohmadon untuk mencuri motor milik Khairuddin.

Lalu keduanya mendatangi Khairuddin dan diajak pergi dengan alasan ada lowongan pekerjaan. Korban yang sudah lama menganggur akhirnya percaya dengan omongan pelaku. "Kami ajak untuk bertemu dengan orang yang mau kasih dia kerja itu," ungkap MR di Polda Sumsel, Kamis (2/7/2020).

Dalam perjalanan, Khairuddin langsung ditusuk oleh Rohmadon dengan senjata tajam. Menurut MR, penusukan itu dilakuakn lantaran korban menolak untuk turun dari motor. Korban langsung jatuh tersungkur dengan luka tusukan.

"Awalnya korban kami minta untuk turun dari motor, tapi dia tidak mau. Rohmadon langsung menikamnya dari belakang, setelah itu dia jatuh," ungkap MR. "Dia memang kakak angkat saya," sambungnya. Menyaksikan kakaknya terluka, MR sempat membawanya ke rumah sakit, namun malah ditolak.

Sedangkan Rohmadon langsung kabur meninggalkan mereka. "Maksud saya biar dirawat di sana, tapi tidak tahu ditolak rumah sakit," kata MR. "Jadi saya bawa lagi korban ke rumahnya. Saya tinggalkan di depan, setelah itu saya tidak tahu," imbuhnya.

Khairuddin pun menghembuskan napas terakhir akibat luka tusuk yang fatal. Setelah mengantar kakaknya pulang, MR tetap melanjutkan aksinya, yakni menjual motor hasil begal itu. MR menjual motor Khairuddin ke kawasan Tangga Buntung, Palembang.

Motor itu laku seharga Rp 1,5 juta, MR memakainya untuk membeli sabu dan memberikan sebagian kepada Rohmadon. "Saya pakai uangnya untuk beli sabu, Rp 500.000 saya kasih ke Rohmadon," kata MR. Ketika diselidiki, Rohmadon mengaku terpaksa melakukan pembegalan lantaran terlilit utang Rp 800.000 di koperasi.

Rohmadon mengaku ide pembegalan itu justru muncul setelah adanya saran dari MR. Ia mengaku tidak ada niatan untuk membunuh kakak angkat temannya itu. "Yang kenal dekat itu MR karena kakak angkat, tapi yang menusuk memang saya," kata Rohmadon.

"Saya tidak ada niat mau membunuh, tapi karena korban melawan jadi terpaksa," sambungnya. Diberitakan Kompas.com, Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi menyebut MR dan Rohmadon ditangkap di rumah masing masing. Penangkapan itu setelah adanya laporan dari keluarga Khairuddin.

Suryadi juga menceritakan bahwa MR sempat membawa kakaknya ke rumah sakit, namun ditolak dan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit kedua kalinya. "Lalu diantar pulang ke rumah, karena dari rumah sakit menolak," kata Suryadi. "Korban baru diektahui sekarat saat keluarganya keluar. Saat dibawa ke rumah sakit lagi meninggal," imbuhnya.

Kini kedua tersangka dikenakan Pasal 338 dan 365 KUHP tentang Perampokan dan Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *