Sepak Bola Tanpa Penonton Bak Salad Tanpa Rasa, Menurut Pelatih Porto

Sepak Bola Tanpa Penonton Bak Salad Tanpa Rasa, Menurut Pelatih Porto

Sebuah pernyataan menarik dilontarkan oleh pelatih kesebelasan Porto, Sergio Conceicao. Pelatih berdarah Portugal tersebut memandang pertandingan sepak bola yang digelar tanpa penonton ibarat makan salad tanpa ada sebuah rasa. Situasi pandemi virus corona yang melanda berbagai belahan dunia saat ini memang membuat banyak hal terasa berbeda, utamanya sepak bola.

Pertandingan sepak bola yang biasanya selalu dinanti nantikan oleh para penggemar setiap pekannya saat ini terpaksa digelar tanpa penonton. Bahkan, ada beberapa pertandingan dan kompetisi yang akhirnya terpaksa dibatalkan penyelenggaraannya. "Bermain sepak bola tanpa kehadiran penonton akan membuat olahraga ini berbeda dari sebelumnya," ungkap Sergio Conceicao seperti dikutip dari Bongda .

"Ini akan menjadi seperti kita makan sepiring salad tanpa bumbu, salad tanpa minyak, cuka, dan garam tidak akan sama dengan sebelumnya," katanya. Lebih lanjut, Sergio Conceicao mencontohkan perasaan yang akan dihadapi pemain tatkala memasuki lapangan bertanding. Tidak adanya penonton akan membuat perasaan para pemain dan komponen tim akan merasa ada sesuatu yang kurang berkurang.

"Tapi sekarang segalanya pasti akan terasa sangat berbeda," sesal pelatih Porto tersebut. Walaupun demikian, ia berharap tim tim yang berkesempatan bertanding bisa tetap semangat menyuguhkan permainan terbaiknya sekalipun berman tanpa penonton. "Saya pikir para pemain di sini kekurangan menit bermain, tapi kami harus menerima situasi ini dan menghadapinya," tutupnya.

Portugal sendiri dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang tidak terlalu mengalami dampak buruk akibat Covid 19. Liga Portugal sendiri dijadwalkan juga akan dihelat secara tertutup untuk melanjutkan kompetisi musim ini. Pelatih Atalanta, Gianpiero Gasperini menganalogikanpermasalahan pandemi virus corona saat ini bak sebuah peperangan.

Apalagi Gasperini mengakui sempat sakit ketika mendampingi timnya mengalahkan Valencia dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019/2020. Pria yang kini berusia 62 tahun tersebut saat itu merasa khawatir dengan kondisi hidupnya di tengah situasi pelik seperti itu. "Saya takut karena sehari sebelum pertandingan saya sakit, pada sore pertandingannya semakin buruk, dua malam setelahnya saya hanya tidur sebentar," ujar Gasperini kepada La Gazetta dello Sport.

"Aku tidak demam tapi aku merasa takut karena setiap dua menit ambulan lewat, seperti ibarat perang," kenangnya. Bahkan, eks pelatih Inter Milan tersebut mengakui sempat membayangkan jika dirinya menjadi pihak yang terkena virus tersebut. "Pada malam hari saya berpikir, jika saya masuk kesana, apa yang akan terjadi pada saya," jelasnya.

"Saya tidak bisa pergi sekarang, ada banyak hal yang harus saya lakukan," sambung Gasperini. "Saya mencoba mengatakan itu untuk menenangkan suasana, tetapi saya benar benar berpikir begitu kala itu," tambahnya. Gasperini juga mengakui kehilangan indra perasanya pada momen tersebut.

Dirinya lalu baru baru ini mencoba melakukan tes dan ternyata kini ia memiliki antibodi virus corona. Tentu hasil tes tersebut cukup mengejutkan bagi Gasperini. "Sepuluh hari yang lalu tes serologis mengkonfirmasi bahwa saya menderita Covid 19," kagetnya.

"Aku sekarang punya antibodi, namun hal itu bukan berarti bahwa aku sekarang merasa kebal," tutup Gasperini. Liga Italia sendiri dijadwalkan akan kembali bergulir pada 20 Juni mendatang. Atalanta yang dibawah komando Gasperini saat ini duduk manis di peringkat keempat klasemen sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *