Sosok Penjual Pizza Goreng di Pinggir Jalan Viral, Dulu Sepi Jarang Pembeli, Kini Habis Dalam 2 Jam

Sosok Penjual Pizza Goreng di Pinggir Jalan Viral, Dulu Sepi Jarang Pembeli, Kini Habis Dalam 2 Jam

Kisah penjual pizza goreng jadi viral. Penjual tersebut mendadak viral di Twitter karena kisahnya yang inspiratif. Menggunakan resep dari Itali dan kualitas yang bagus, kini jualannya habis diborong!

Kisah Pak Pribadi yang berjualan pizza goreng, viral karena resep dari Itali namun sepi pembeli, kini langsung habis dalam 2 jam. Baru baru ini, kisah penjual di pinggir jalan menjadi viral. Seorang penjual pizza goreng 'Pizzano Goreng' yang bernama Pribadi mendadak viral di Twitter.

Hal itu bermula dari pengguna Twitter bernama Bima Utomo yang memposting jualannya. Bima meminta para pengguna Twitter untuk membeli pizza goreng tersebut. Pasalnya, Bima mencoba rasa pizza tersebut sangat enak walaupun murah.

Satu buah pizza goreng dibanderol dengan harga 7000 rupiah saja. Namun, Bima merasa kasihan dengan Pak Pribadi karena sepi pembeli. Bahkan, sehari hanya mendapat 2 pembeli saja jika dirata rata.

Meski telah memasukkan ke go food, tidak ada pembeli yang membeli lewat aplikasi tersebut. Tidak disangka, tweet tersebut viral dan membuat warganet membeli jualannya. Kini, jualannya habis diserbut oleh pembeli yang penasaran.

Ini sosok pak Pribadi! Pribadi Gunawan (52), penjualpizzagoreng, membutuhkan waktu sekira dua bulan untuk mematangkanresepmembuat adonan sebelum mulai berjualan. Resepnya itu merupakan warisan dari seorang karyawan direstoranItalia, tempat di mana Pribadi bekerja selama hidup di Jerman.

Itu salah satu teknik yang dipelajari selama di Jerman. "Itu kalau pizza pakai alat gilingan. Saya pakai tangan untuk meratakan semua adonan. Bermodal jari aja," bebernya. Untuk bahan bahan yang digunakan pun Pribadi tak menomorduakan.

Misalnya, saus untuk pizza berasal dari buah tomat asli. Bedanya,pizzagorengyang dijualnya, diberi garam lebih dari pizzaItalia. "Adonannya, saya paling ada permainan di garam. Kalau orang bule kurang suka begitu asin. Taste nya beda. Kalau saya agak diplesetin ke lidah Indonesia," terangnya.

Proses membuat adonan pizza dilakukan di rumahnya. Dengan gerobak motornya, ia berjualan di kawasan Kemang Pratama, Bekasi. Bila ada pembeli yang datang, Pribadi hanya tinggal menggorengnya saja.

Pribadi menjelaskan ia menjual calzone atau pizza tutup yang digoreng lantaran lebih praktis dan masih awam di telinga orang Indonesia. Ia ingin sekaligus mengenalkan makanan itu kepada masyarakat di Indonesia. Ada berbagaipizzagorengyang dijualnya di antaranya, pizza al fumo di Manzo, pizza al Tono, pizza Salsiccia, dan pizza frutti de mare.

"Pizza goreng harganya Rp 7 ribu saja," tambahnya. Pribadi menjual Pizza Goreng Pizzano dari Senin sampai Jumat pukul 11.00 hingga 21.00 di Jalan Niaga Raya, Kemang Pratama, Bekasi. "Kalau Sabtu dan Minggu biasanya saya jualan di Galaxy depan gereja St Bartolomeus," katanya.

Pizza goreng bernama Pizzano miliknya itu belakangan ini menyita perhatian warganet. Pasalnya, seorang warganet bernama Bima Utomo mengunggah dagangannya di jagat maya. Esok harinya, ia pun jadi banjir pesanan.

Tak sampai seharian, Pribadi sudah bisa pulang lantaran dagangannya ludes diborong pembeli. "Baru mulai usaha tanggal 1 Agustus kemarin. Semenjak ada warganet yang bantu (publikasi) ibaratnya dia jadi malaikat saya," terangnya. Para kalangan food vlogger pun datang lantaran penasaran dengan apa yang dijual Pribadi.

"Seharian tadi saja sudah ada tiga food vlogger yang datang untuk menanyakan pizza saya," tambahnya. Bilapizzagorengnya terus diminati, Pribadi akan melebarkan sayap usahanya itu. "Rencananya saya mau bikin franchise. Makanya saya mau uji coba dulu kendalanya apa," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *