Teror Pria Bermasker Ajak Wanita di Tasikmalaya Berhubungan Intim, Sudah 4 Orang Jadi Korban

Teror Pria Bermasker Ajak Wanita di Tasikmalaya Berhubungan Intim, Sudah 4 Orang Jadi Korban

Warga Tasikmalaya, Jawa Barat, dikejutkan dengan aksi seorang pria bermotor yang meneror sejumlah perempuan. Sudah ada empat wanita yang menjadi korban teror pelaku. Pelaku meneror korbannya dengan mengajak berhubungan badan.

Hingga kini pelakunya masih bebas berkeliaran. Saat melakukan aksinya, biasanya pelaku mengendarai motor matic dan menggunakan masker. Korban terakhir adalah R yang masih di bawah umur.

Yang berusia 12 tahun merupakan murid kelas VI SD. Pelaku menghampiri R warga Kecamatan Ciawi. Ketika R sedang berjalan kaki menuju madrasah, ia dihampiri seseorang menggunakan sepeda motor.

Saat itu, pelaku mengaku sebagai uwak (paman) korban. Pelaku kemudian mengajak berhubungan intim menggunakan kata kata vulgar. Ajakan tersebut dalam bahasa sunda.

Pelaku pergi meninggalkan korban yang syok. Korban sempat terkejut dan menjerit. Sebelumnya, pelaku juga melakukan hal serupa kepada 3 wanita dewasa.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke kepolisian. Ia menyebut kasus tersebut terjadi yang keempat kalinya. Hanya, yang tiga lagi menimpa wanita dewasa.

"Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota. Saat ini kami masih melakukan pendampingan terhadap R karena dia masih trauma," ujar Ato. Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Soediantoro, mengatakan pihaknya masih berupaya melacak pelaku. Ato Rinanto meminta para orang tua di wilayah Kecamatan Ciawi waspada, karena pelaku teror mengajak berhubungan badan masih berkeliaran.

"Saya mengharapkan para orang tua tetap waspada. Terutama yang memiliki anak perempuan yang bersekolah jalan kaki. Pelaku teror bermasker itu masih berkeliaran," kata Ato, Rabu (12/2). Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Soediantoro, mengatakan pihaknya masih berupaya melacak pelaku. Sejauh ini korban tidak mengetahui ciri ciri pelaku dengan jelas.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti bukti. Belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut," kata Dadang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *