Tidak Berpotensi Tsunami 3 Guncang Jembrana Bali Gempa Magnitudo 5

Tidak Berpotensi Tsunami 3 Guncang Jembrana Bali Gempa Magnitudo 5

Gempa bumi guncangJEMBRANA BALI dengan magnitudo 5.3 pada Sabtu (15/8/2020). Episenter berada di9.51LS (Lintang Selatan) dan 114.01 BT (Bujur Timur). Pusat gempa berada di 144kmBarat Daya Jembrana Balidengan kedalaman10km.

Dikabarkan tidak berpotensi Tsunami. Hal tersebut diungkapkan BMKG melalui akun Twitter @infoBMKG. "#Gempa Mag:5.3, 15 Aug 20 14:12:10 WIB, Lok:9.51 LS,114.01 BT (144 km BaratDaya JEMBRANA BALI), Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG," tulis infoBMKG.

Gempa bumi pada hariSabtu(15/8/2020) terjadi pada pukul 14:12:10 WIB. #Gempa Mag:5.3, 15 Aug 20 14:12:10 WIB, Lok:9.51 LS,114.01 BT (144 km BaratDaya JEMBRANA BALI), Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan akan ada naik di dalam truk yang berjalan. Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang orang berlarian, gerabah pecah, barang barang terpelanting, tiang tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi pipa dalam rumah putus. Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap tiap sungai dan di tanah tanah yang curam. Bangunan bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda benda terlempar ke udara. Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung.

Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Berlindung di bawah meja adalah tempat terbaik untuk melindungi diri dari benda benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk.

Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam dalam dan jangan lakukan apapun.

Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. Jika saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena ada kemungkinan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.

Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *