China Sindir AS Soal Virus Corona melalui Film Animasi 

China Sindir AS Soal Virus Corona melalui Film Animasi 

China merilis film animasi pendek berjudul Once Upon a Virus yang mengejek respons Amerika Serikat (AS) terhadap Covid 19. Film itu menggunakan tokoh tokoh mirip lego untuk mewakili kedua negara. Washington dan Beijing belakangan terlibat perang kata kata tentang asal usul virus yang muncul di Kota Wuhan, China, pada akhir tahun lalu. Dalam animasi yang diunggah secara daring oleh kantor berita resmi China, Xinhua, tirai merah terbuka dan menampilkan sebuah panggung yang menampilkan tokoh tokoh seperti lego dalam bentuk seorang prajurit terakota mengenakan topeng wajah dan patung liberty.

"Kami menemukan virus baru," kata prajurit itu. “Terus? Itu hanya flu," jawab patung liberty. Ketika prajurit mengeluarkan peringatan tentang virus dan menyebut tonggak sejarah suram dalam wabah China, patung liberty menjawab tak acuh. "Apakah kamu mendengarkan dirimu sendiri," tanya prajurit itu ketika patung liberty mulai memerah karena demam dan dipasangi infus. "Kami selalu benar, meskipun kami bertentangan dengan diri kami sendiri," jawab patung itu. "Itulah yang saya sukai tentang Anda orang Amerika, konsistensi Anda," kata prajurit itu.

Sejak dirilis 29 April di saluran YouTube resmi Xinhua, New China TV, video tersebut telah ditonton lebih dari 960.000 kali dan di retweet oleh beberapa diplomat China. Baik YouTube dan Twitter diblokir di China, meskipun diplomat China telah semakin banyak menggunakan media sosial global untuk menyiarkan pesan mereka. Reaksi media sosial terhadap video itu beragam. Pengguna Twitter "masood mortazavi" setuju pada pesan dalam video itu, dan mengatakan, "Kebodohan AS sudah tidak lagi mengagetkan."

Tetapi beberapa komentar meluncurkan tagar "ChinaLiedPeopleDied" atau menunjukkan Presiden China Xi Jinping dalam berbagai visual yang berhubungan dengan virus. Sejumlah orang lain menghubungkannya dengan Partai Komunis Tiongkok (PKC). "Propaganda yang cerdik. Mana bagian saat PKC menutupi fakta dan secara terbuka mempermalukan seorang dokter pahlawan yang kemudian meninggal?" kata pengguna Twitter "AC". Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyebutkan terdapat sejumlah bukti signifikan virus corona berasal dari laboratorium (lab) China. Namun ia mempermasalahkan kesimpulan badan intelijen AS yang menyebut virus itu bukan buatan manusia.

"Terdapat sejumlah bukti signifikan bahwa ini bersumber dari laboratorium di Wuhan," kata Pompeo kepada program "This Week" di ABC. Pompeo lantas membantah pernyataan agen senior intelijen AS pekan ini yang mengatakan virus tersebut tampaknya bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetik. "Para pakar terbaik sejauh ini tampaknya berpikir bahwa itu buatan manusia. Saya tak punya alasan untuk tidak percaya pada hal itu," kata Pompeo.

Ketika si pewawancara menunjuk itu bukan kesimpulan badan intelijen AS, Pompeo mengatakan, "Saya telah melihat apa yang dikatakan oleh komunitas intelijen. Saya tak punya alasan untuk percaya bahwa itu salah." Laporan dari Kantor Direktur Intelijen Nasional, Kamis, menyebutkan pihaknya sepakat dengan konsensus ilmiah luas yaitu penyakit itu bukan buatan manusia. Pejabat AS yang akrab dengan pelaporan dan analisis intelijen mengatakan selama beberapa pekan mereka tidak yakin ilmuwan China mengembangkan virus corona di laboratorium senjata biologis, yang kemudian bocor.

Sebaliknya, mereka mengaku yakin virus itu masuk melalui kontak manusia dengan satwa liar di pasar daging di pusat Kota Wuhan, atau bisa saja bocor dari sebuah laboratorium milik pemerintah Wuhan, yang diyakini sedang melakukan penelitian sipil tenang kemungkinan bahaya biologis. (ccn/rtr/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *