Gunakan Dua Metode Pengujian, Pemerintah Telah Periksa 143 Ribu Lebih Spesimen Terkait Covid-19

Gunakan Dua Metode Pengujian, Pemerintah Telah Periksa 143 Ribu Lebih Spesimen Terkait Covid-19

Pemerintah telah menambah jenis tes pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona (Covid 19) di Indonesia. Selain melalui metode polymerase chain reaction (PCR),pemeriksaanjuga sudah menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM). Dari dua metode pemeriksaan itu, hingga kini sudah ada lebih dari 143 ribu spesimen yang diperiksa.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB. Jakarta, Jumat (8/5/2020). Sebelumnya Yuri menuturkan pemeriksaan TCM ini telah dilakukan di laboratorium yang berada di Wisma Atlet. "Mulai kemarin 1 laboratorium di Wisma Atlet berbasis pada tes cepat molekuler untuk memeriksa antigen sudah kita operasionalkan," kata Yurianto dikutip dari YouTube BNPB Indonesia.

"Kita juga sudahmengirim spesimen untuk mengoperasionalkan lebih dari 15 mesin lainnya yang tersebar di Indonesia," imbuhnya. Lebih lanjut, Yuri menuturkancartridge untuk TCMtengah didistribusikan ke sejumlah daerah. "Sebagian catridge untuk memeriksa sudah ada di jalan, dan sebagian sudah diterima di laboratorium tersebutserta telah dilaksanakan pemeriksaan," jelasnya.

Yuri menyebut langkah ini dilakukandalam rangka untuk mencapai sasaran pemeriksaan yang lebih masif. "Sehingga pada hari ini sudah ada dua sumber pemeriksaan yang kami gunakan," ungkapnya. Hingga hari ini, total ada143.781 spesimen yang telah diperiksa baik menggunakan PCR maupun TCM.

"Ada 143.453 spesimen kita periksa dengan real time PCR yang selama ini sudah jalan, sementara 328 spesimen kita periksa dengan tes cepat molekuler," jelas Yuri. "Dari keseluruhan pemeriksaan ini kita laksanakan pada sekitar 103.361 orang," sambungnya. Lebih lanjut Yuri menjelaskan terkait hasil pemeriksaan terhadap dua metode pengujian tersebut.

Di mana terdapat 13.112 orang dinyatakan konfirmasi positif Covid 19. "Hasil positif yang kita dapatkan dari real time PCR sebanyak 13.026, sementara dengan menggunakan tes cepat molekuler 86 orang," ungkapnya. "Sementara hasil negatif 90.151 dengan real time PCR, dan 98 orang dengan menggunakan tes cepat molekuler," lanjutnya.

Kemudian Yuri mengungkapkan terkait data secara akumulatif Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga8 Mei 2020. "Kasus ODP akumulasi dari awal Maret sebesar 244.480 orang dan sebagian besar sudah selesai pemantauan," kata Yuri. "Sementara untuk kasus PDP total ada 29.087 ini akan segera percepat pemeriksaannya dengan dua metode yang sudah kami sebutkan di atas," sambungnya.

Achmad Yurianto menyebut terdapat penambahan kasus baru terkonfirmasi positif sebanyak 336 kasus. Sehingga tercatat total kasus positif di Indonesia telah mencapai 13.112 orang. "Kasus terkonfirmasi yang kita dapatkan hari ini sebanyak 336, sehingga totalnya menjadi 13.112 orang," kata Yuri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan terkait pasienCovid 19yang meninggal dunia. Yuri menuturkan terdapat 13 orang yang meninggal dunia karena terinfeksi virus yang mewabah pertama di Wuhan, China ini. Sehingga angka kematian di Indonesia menjadi 943 orang.

Kabar baiknya,Yuri mengatakanpenambahan juga terus terjadi dalam pasien yang berhasil sembuh dariCovid 19. Berdasarkan data yang dihimpun, pada hari ini terdapat 113 pasien yang berhasil sembuh. Adapun ke 113 pasien ini telah dinyatakan sembuh setelah secara dua kali berturut turut menjalani pemeriksaan PCR nya yang hasilnya adalah negatif.

Serta sudah tidak ada keluhan klinis lagi yang dialami oleh pasien pasien tersebut. Penambahan ini membuattotalpasien sembuhdi Indonesia telah mencapai 2.494 orang. "Kasus sembuhbertambah 113 orang, sehingga menjadi 2.949 orang," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Yuri menyebut seluruh provinsidi Indonesia telah terdampakCovid 19. "Kabupaten kota yang terdampak sebanyak 356 di 34 provinsi," jelas Yuri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *