Ibu Diperkosa Bergilir di Depan Anak | 2 Remaja Tewas Terjatuh saat Selfie POPULER INTERNASIONAL

Ibu Diperkosa Bergilir di Depan Anak | 2 Remaja Tewas Terjatuh saat Selfie POPULER INTERNASIONAL

Dua remaja perempuan meninggal setelah terjatuh dari air terjun setinggi 100 kaki atau 30 meter saat tengah sedang berfoto selfie, Mirror mengabarkan. Monique Medeiros (19) meninggal ketika paramedis berusaha menyelamatkannya. Sementara Bruna Vellasquez (18) dinyatakan meninggal di tempat kejadian ketika tim penyelamat tiba.

Saat kejadian, salah satu remaja terpeleset saat ia berjalan di dekat puncak air terjun. Temannya mencoba menolongnya namun ia kehilangan keseimbangan. Keduanya akhirnya jatuh.

Monique dibawa dengan tandu ke helikopter yang mendarat di dekatnya sehingga perawatan darurat dapat dilakukan. Namun ia dinyatakan meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Para remaja itu dimakamkan pada Senin (14/9/2020) sore di Lages negara bagian Santa Catarina, Brasil selatan.

Mereka sempat memposting foto foto dari lokasi beberapa saat sebelum terjadi insiden. Teman teman dan simpatisan memberikan penghormatan kepada remaja tersebut. Seorang teman berbicara tentang Bruna, yang akan merayakan ulang tahun ke 19 pada 28 September mendatang.

Ia berkata, "Ia sangat cantik dan sangat muda." "Semoga Tuhan menghibur hati keluargamu." Dmitri Arruda, pemilik kedai hamburger tempat Monique dulu bekerja saat dia belajar untuk menjadi perawat, mengatakan kepada media lokal: "Dia mulai sebagai kasir sebelum mulai bekerja dengan saya dalam manajemennya."

"Saya jatuh sakit dan dia banyak membantu saya dan pada dasarnya harus menjalankan bisnis sendiri." Teman teman berkata Monique dan Bruna 'tidak dapat dipisahkan'. Dilaporkan, air terjun di Salto Caveiras di Lages hanya bisa dicapai melalui jalan setapak dan Monique dibawa ke rumah sakit dengan helikopter.

Petugas darurat yang membantu penyelamatan mengatakan tempat para remaja kehilangan nyawa terlarang bagi pengunjung. Tetapi penduduk setempat sering pergi ke daerah itu karena keindahan alamnya. Seorang pria terjatuh hingga tewas setelah diduga mengabaikan tanda peringatan untuk berfoto selfie di air terjun.

Dilansir Mirror, Soipov Abdullokh (22), turis dari Uzbekistan, mendaki bersama enam teman Rusia nya di Ranong, Thailand selatan, pada Sabtu (5/9/2020) pagi. Para backpacker itu terjebak di Thailand selama pandemi. Soipov diduga mengabaikan tanda peringatan untuk tidak berdiri di atas air terjun di taman nasional tersebut.

Teman temannya hanya bisa menyaksikan saat Soipov terpeleset di permukaan bebatuan yang basah dan jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter hingga tewas. Layanan darurat tiba sekitar dua jam kemudian dan menemukan Soipov di antara bebatuan tajam di dasar air terjun. Dia mengalami luka yang dalam di kepalanya, membuat aliran air terjun menjadi merah.

Paramedis menyatakan Soipov meninggal di tempat kejadian. Tubuhnya lalu dibawa ke Rumah Sakit Ranong untuk pemeriksaan pasca kematian. Kedutaan Besar Uzbekistan telah diberitahu atas insiden itu.

Polisi kemudian menanyai teman teman Soipov, empat pria dan dua wanita. Mereka semuanya mengatakan bahwa Soipov berdiri di atas air terjun untuk berfoto selfie dengan latar lingkungan yang indah di Taman Nasional Air Terjun Ngao. Chalit Sinrojthanakorn, kepala pejabat pemerintah taman nasional, mengatakan Soipov telah mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati tepi air terjun karena permukaannya yang licin.

Ia berkata, "Segera setelah kami menerima panggilan tersebut, kami segera berkoordinasi dengan yayasan penyelamat dan polisi." "Turis asing muda dan teman temannya menyewa sepeda motor dan melakukan perjalanan dari Phuket untuk melihat pemandangan yang indah." "Korban diduga berjalan keluar dari jalan setapak yang ditetapkan oleh pihak berwenang untuk mendaki air terjun."

"Dia kemudian terpeleset di atas batu dan jatuh." "Tubuhnya menabrak bebatuan di bawah dan dia mengeluarkan darah dari mulut dan hidung." "Kematiannya sangat cepat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *