IRMA Luncurkan Aplikasi Paylater TokoKu Bisa Ngebon Saat Pandemi

Posted by

Penyedia software, IRMA baru saja meluncurkan aplikasi penyedia layanan Paylater bernama 'TokoKu' untuk memudahkan para penggunanya dalam melakukan pembayaran produk pada akhir bulan. Merekayang berhak menggunakan layanan Paylater dari aplikasi ini adalah pengguna yang sudah pernah melakukan transaksi pembelian di outlet IRMA selama 6 bulan terakhir. Selain itu, mereka juga harus berdomisili dekat dengan outlet tersebut.

Namun yang lebih penting, para pengguna yang hendak menggunakan sistem pembayaran Paylater melalui TokoKu ini harus mendapatkan persetujuan darioutlet IRMA, dengan syarat bahwa mereka adalah pelanggan setia outlet IRMA. Peluncuran TokoKu ini dianggap sebagai salah satu solusi bagi mereka yang ingin memiliki produk dari outlet IRMA, namun belum bisa membayar saat itu juga. Hal itu karena memang saat ini masyarakat tengah menghadapi kondisi perekonomian yang melesu dipicu pandemi virus corona (Covid 19).

Co Founder IRMA, Panji Pramana menyebutkan 70 persen orang yang datang ke outlet IRMA merupakan pelanggan tetap, baik yang tinggal di sekitar outlet maupun yang sering melewati outlet. "Kami mengerti, di tengah waktu yang sulit seperti sekarang ini, banyak orang yang tidak memiliki cukup uang, dan fasilitas Pay Later di TokoKu diharapkan dapat membantu banyak orang untuk tetap produktif di tengah kesulitan yang dialami," ujar Panji, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10/2020). Ia menambahkan bahwa lebih dari 20 persen penjualan di outlet IRMA ini dilakukan melalui skema Pay Later.

"Hal ini membantu cash flow outlet IRMA agar tidak mengorbankan turn overnya, dan pada saat yang sama tidak harus takut mehilangan kontak dengan pelanggan setianya," kata Panji. Terkait peluncuran aplikasi Paylater ini, 1.000 outlet IRMA dapat menerima permintaan dari pengguna TokoKu. Kendati demikian, selama masa uji coba, jumlahnya pun akan dibatasi untuk memastikan perbaikan pada seluruh masalah operasional.

Proses edukasi dan roll out sedianya akan dilakukan di seluruh Indonesia pada akhir tahun dan sebanyak 350.000 outlet IRMA pun dapat melayani pengguna TokoKu. Panji menargetkan Paylater TokoKu ini digunakan 500.000 sampai 750.000 pelanggan aktif dan diharapkan akan terus meningkat di 2021. Peluncuran TokoKu ini diikuti pula peluncuran produk pinjaman 'Bayar Tempo' yang tersedia di 350.000 outlet IRMA di seluruh Indonesia pada akhir September 2020.

Bayar Tempo ini memberikan pinjaman kepada outlet IRMA untuk membeli lebih banyak produk digital guna meningkatkan omset dan pendapatan mereka. Sejak diluncurkan, sudah ada lebih dari 5.500 ribu outlet yang menggunakan fasilitas pinjaman mingguan ini. Permintaan untuk gerai baru yang mengajukan pinjaman itu pun rata rata sebanyak 250 hingga 350 outlet baru setiap harinya.

"Kami menargetkan setidaknya 40.000 outlet IRMA sudah bisa memanfaatkan Bayar Tempo hingga akhir tahun 2020," papar Panji. Peluncuran Paylater TokoKu ini diresmikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin. "Kami senang melihat inisiatif sektor swasta seperti TokoKu dan Bayar Tempo, dan hanya melalui kerjasama erat antara pemerintah dan swasta kita dapat dengan cepat dapat meningkatkan perekonomian kita," kata Rudy.

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dikolaborasikan yakni membuat TokoKu bekerja sama dengan Bantuan Pangan Non Tunai dan Bantuan Langsung Non Tunai yang memang skema bantuannya melalui toko dan agen. Fasilitas Pay Later di Tokoku dan Bayar Tempo ini didukung pula oleh KreditPro yang merupakan p2p lending dan produk dari Digiasia Bios yang telah mempunyai izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak akhir tahun 2019. CEO KreditPro Wahyu Aribowo pun menyambut baik munculnya TokoKu dan Bayar Tempo.

"Kami telah bekerja dan mencoba berbagai inisiatif dengan IRMA untuk menemukan solusi yang tepat dan kami sangat mendukung atas inovasi Bayar Tempo. Kami juga mendukung pendekatan sosial dari pembayaran TokoKu pay later," kata Wahyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *