Semua Produk yang Dijual 9 Juta Seller di Tokopedia Dikelola Oleh Sosok Muda Ini Siapa Sangka

Dia mengaku Tokopedia menjadi perusahaan digital lokal yang menjadi incarannya. "Konektivitas merupakan teknologi menarik buat saya, saat teknologi 3G saat itu baru hype di Indonesia," ujarnya. Saat dia lulus kuliah, mobile internet memang baru masuk Indonesia, seperti layanan video call, streaming dan lain lain.

Dari situ Puput mengaku makin tertarik mendalami dunia digital. Puput mengawali karier bergabung di Tokopedia tahun 2019. Di mata dia, bisnis perusahaan ini menarik. "Konsumsi masyarakat di Indonesia cukup besar dan sektor ritel jadi penggerak utama ekonomi Indonesia selain sektor natural resources dan jasa. Maka saya berpikir saya harus pergi, bergabung ke perusahaan teknologi lokal," ujarnya. "Visi Tokopedia itu matching dengan visi saya. Kerja di sini sangat pas dengan tujuan hidup saya. Kalau ada perusahaan yang punya visi yang sama dengan saya kenapa gak bergabung di sini," imbuh Puput.

Pilihannya tidak keliru. Di Tokopedia, Puput mengaku menemukan passion nya. "Saya ketemu dengan orang orang yang luar biasa di sini," akunya. "Kita habiskan waktu kita 30 persen untuk pekerjaan, kalau nggak bisa menikmati pekerjaan yang dijalani, akan terasa tersiksa," selorohnya. Di posisi barunya yang saat ini dipegang, Puput bersama timnya bertanggung jawab pada konsumen sebagai pembeli, seller (penjual) dan juga aspek dukungan logistik.

Puput memimpin sekitar 15 Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) di Tim Product Tokopedia. Dia bersama tim menghadirkan berbagai inovasi agar pegiat usaha di Indonesia dapat menjalankan bisnis dengan lebih mudah, seperti inovasi pada toko penjual. "Tim aku ada 15 orang di product manager, menanngani apa saja yang dibutuhkan penjual dan pembeli dan menjaga apa saja yang dijual oleh seller kita agar dapat tetap dipercaya oleh pembeli," celotehnya.

"Tugas kita juga memancing agar inovasi itu bisa terus dilakukan, baik dari sisi desain, sampai marketing. jadi ini kerja kolaboratif sifatnya," sambungnya. Puput dan timnya bertanggung jawab terhadap sekitar 9 juta seller. "Kita sekarang punya 9 juta seller, dan 94 persen lebih diantaranya adalah pengusaha mikro," bebernya. Puput dan timnya juga harus pintar membangun kolaborasi dengan tim engineering yang memberikan dukungan dari belakang agar layanan seller dan pembeli di platform Tokopedia tetap berjalan maksimal, anytime.

"Kita juga berkolaborasi dengan tim engineering agar layanan kita tetap terpercaya karena orang jualan (seller) tidak hanya pada hari biasa tapi juga di weekend, di malam hari dan sebagainya," kata dia. Bicara produk, Puput menyatakan, Tokopedia baru saja meluncurkan gimmick baru untuk me maintain seller dan juga customer. "Kita baru saja meluncurkan tampilan dekorasi toko kita di paruh pertama 2020 di mana seller bisa ubah tampilan toko yang di branding dengan produk yang dia jual," tuturnya.

"Di platform kita, seller bisa taruh promo dan poster terbaru di tokonya. Dekorasi dan tampilan toko ini kita perkenalkan ke penjual untuk memaksimalkan hal tersebut dan penjual lokal kita sangat memaksimalkan untuk showcasing dan branding produknya," ujarnya. "Kita juga menjembatani hubungan dengan pembeli, misalnya tentang produk yang bisa pre order." "Kita juga tangani campaign untuk menaikkan tren penjualan kita dengan memfasilitasi seller ikut campaign yang kita fasilitasi. Kita baru saja merilis kampanye Kejar Diskon dan Waktu Indonesia Belanja," celotehnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *