Pengadilan Putuskan Desain Kemasan Milik PT Ayam Benny Sujono Ruben Onsu Kalah Lagi di Persidangan

Pengadilan Putuskan Desain Kemasan Milik PT Ayam Benny Sujono Ruben Onsu Kalah Lagi di Persidangan

Presenter Ruben Onsu harus berlapang dadaperihalsengketa bisnis makanannya. Seperti diketahui, ia sedang berseteru dengan PT Ayam Benny Sujono yang memiliki produk I Am GeprekBensu. Majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menetapkan desain industri pada kotak kemasanGeprek Bensuadalah milik PT Ayam Benny Sujono.

Informasi tersebut dibenarkan olehHumas Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyo. "Saya baru dapat informasi, bahwa benar sudah putusan yang mana Ruben Onsu sebagai tergugat dia kalah mengenai grafik desain soal kemasan," katanya kepadaKompas.com, Sabtu (12/9/2020). Walau begitu, Bambang belum bisa memberikan isi amar putusan tersebut.

Alasannya, masih dalam proses pengarsipan. "Tetapi majelis hakim sudah bilang ke saya bahwa Ruben Onsu sebagai tergugat kalah dan benar kemarin sudah putusan," tegas Bambang. Sementara itu, kuasa hukum PT Ayam Benny Sujono, Eddie Kusuma mengatakan Ruben Onsu telah meniru perusahaan kliennya.

"Berarti kotak kemasan Ruben Samuel Onsu adalah hasil tiruan atau menjiplak, bukan bentuk dan konfigurasi baru atau novelti," kata Eddie. Eddie menyebut salah satu isi amar putusan yang mana Direktorat Cipta dan Desain Industri Dirjen HKI Kementerian Hukum dan HAM bakal mencoret dan membatalkan sertifikat yang dimiliki Ruben Onsu terkait desain industri tersebut. Lebih lanjut, Eddie mengharapkan Direktorat Merek dan Indikasi Geografis segera mungkin melaksanakan keputusan majelis hakim tersebut.

"Saya tidak mau berburuk sangka kepada Direktorat Merek dan Indikasi Geografis." "Putusan Mahkamah Agung telah berkekuatan hukum tetap." "Namun Direktorat Merek dan Indikasi Geografis masih tarik ulur pelaksanaan putusan Mahkamah Agung," ujar Eddie.

Sejauh ini Kompas.com masih meminta konfirmasi dari pihak Ruben Onsu mengenai hal ini. Sebelumnya, Ruben Onsu juga pernah kalah dari PT Ayam Benny Sujono terkait kepemilikan dagang Bensu atau Geprek Bensu. Dalam putusan majelis hakim, Mahkama Agung (MA) mengakui dan menetapkan bahwa PT Ayam Benny Sujono merupakan pemilik pertama dan sah dari merek I Am Geprek Bensu.

"Menyatakan bahwa Penggugat Rekonpensi adalah pemilik dan pemakai pertama yang sah atas: Merek "I AM GEPREKBENSUSEDEP BE EERRR + LUKISAN", nomor pendaftaran IDM000643531, Kelas 43, tanggal pendaftaran 24 Mei 2019, nama pemilik PT AYAM GEPREK BENNY SUJONO," bunyi putusan tersebut. Karena itu, pendaftaran merek dagang Geprek Bensu oleh Ruben Onsu yang dianggap menyerupai nama I Am Geprek Bensu milik Benny Sujono, dibatalkan. Masih berdasarkan surat putusan itu, MA memerintahkan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) mencoret pendaftaran enam merek dagang Geprek Bensu yang sebelumnya diajukan Ruben Onsu dari daftar merek Indonesia.

"Memerintahkan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia cq. Direktorat Jenderal Hak Dan Kekayaan Intelektual cq. Direktorat Merek Dan Indikasi Geografis (in casu Turut Tergugat Rekonpensi) untuk melaksanakan pembatalan merek merek atas nama RUBEN SAMUEL ONSU tersebut di atas, yaitu dengan mencoret pendaftaran merek merek tersebut dari Indonesia Daftar Merek, dengan segala akibat hukumnya," bunyi putusan MA tersebut. Rupanya sejak Mahkamah Agung menolak gugatannya,Ruben Onsutelah datang dan meminta maaf langsung kepada pihak I Am Geprek Bensu. Permintaan maaf suami Sarwendah juga disambut baik oleh tim kuasa hukum PT Ayam GeprekBenny Sujonoatau I Am Geprek Bensu, Eddie Kusuma.

Tak hanya dimaafkan,Ruben Onsujuga langsung mendapat dua penawaran oleh pihak I Am Geprek Bensu. Lewat kuasa hukumnya,Benny Sujonoselaku pemilik gerai I Am Geprek Bensu mengaku tak ingin permasalahan ini semakin rumit. Maka dari itu dirinya melalui kuasa hukum memberikan dua pilihan solusi untuk pihak Ruben Onsu.

Melansir dari tayangan YouTube KH Infotainment, Sabtu (13/6/2020), Eddie Kusuma mengatakan selama ini dirinya selalu berusaha untuk mengajak damai Ruben melalui sang adikJordi Onsu. "Gak usahlah ribut ribut, saya ada 3 kali ketemu sama Jordi sebelum putusan. Sama pengacaranya, sebagai seorang pembela, saya selalu mengajukan berdampingan, damailah baik baik. Sadarlah semua," ungkapnya.

Tak hanya itu Eddie juga mengatakan jika ia baru mengetahui hasil putusan MA saat sedang makan siang bersamaJordi Onsudan pengacaranya. Dan lagi lagi pada momen itu, pihaknya telah beritikad baik untuk menyelesaikan kasus sengketa merek tersebut secara baik baik. Bahkan ia mengajak pihakRuben Onsuuntuk bersama sama mencari solusi yang tepat.

"Sebelum saya tahu putusan MA, Jordy sama saya sama pengacaranya duduk bareng ngobrol makan siang. Di tengah makan siang itu keluar putusan MA itu," katanya. "Apa yang kau dirugikan atau kau mau rugikan kami apa, gak usah hukum lah, bicara aja, kita cari alternatif dan solusi yang terbaik, tau tau keluar," katanya.

Ia pun mengaku bahwa setelah putusan MA sudah ada komunikasi, dan pertemuan denganRuben Onsu. "Kemarin saudara Ruben juga sudah ketemu sama saya, baru kemarin. Ya kita sama sama menjaga ini, maka saya nggak mau berita yang miring. Intinya kita sama sama bagaimana mencari solusi yang terbaik," kata dia.

Ia pun menawarkan dua solusi yang ditampun olehRubenOnsudan menurutkan akan dipikrkan baik baik dulu. "Ini merek punya kita, kalau kau mau pake boleh lisensi dari kita, izin dari kita, memang dari kita kan. Atau kau mau kuasai ini, silahkan saya lepas.

Saya sudah memberikan penawaran yang terbaik kan? Dia bilang mau pikir pikir, ya silahkan. Nah minggu ini mau ketemuan dengan saya," bebernya. Eddie Kusuma pun mengatakan kalauRubenOnsusecara langsung menyampaikan permintaan maaf. "Dia minta maaf sama saya, kalau saya kemarin bisa ketemu Abang saya kira masalah ini enggak sepanjang ini, dia bilang gitu.

Ya sorry lah dia bilang baru hari ini punya waktu untuk berjumpa. Gak apa apa saya bilang," katanya. KemudianEddieKusumajuga menceritakan kerugian yang dialami pihakIamGeprekBensuselama ini karena dianggap palsu.

"Pasti ada (kerugian), besar. Dia punya 110 outlet loh bayangkan, 1 outlet Rp 1 M terakhir, awalnya Rp 300 juta, kalau kita nggak pernah jual. Berarti dia meraup uang dari sana berapa besar, kita tidak tahu, itu bagian dari kerugian kita kan," katanya. "Saya kira wajar ya kalau dia mau beli dari saya merek ini, jual beli merek kan boleh menurut undang undang. Silahkan kalau mau," tambahnya. Ia mengaku bahwa pihakRubenOnsusempat meminta pihaknya untuk menutup geraiIamGeprekBensu.

"Saya suruh jalan kok, sampai sekarang jalan," katanya. Namun pihakRubenOnsutak berani memaksa tutup karena sebelumnya belum memiliki sertifikat. "Dulu gak berani, karena dia gak punya sertifikat.

Baru 24 Mei 2019 baru ada sertifikat, pagi kita udah dapat jam 10, taunya besok paginya tanggalnya sama, eh kok bisa dapat ya., nomornya pokoknya selisih 50 nomor, tapi kamu duluan, apapun mau ceritanya, kami duluan," tegasnya. Ia pun mengatakan kalau dari pihakIamGeprekBensuada niatan untuk melaporkan pihakRubenOnsu. "Mereka itu mau, maklum anak muda, tapi saya bilang jangan.

Tadinya mau melaporkan, keterlaluan karena dituduh yang tidak tidak, tapi saya bilang jangan, jangan peruncing masalah ini. Yang damai aja lah, yang baik baik aja," katanya. Beberapa kerugian yang juga dialamiIamGeprekBensuyakni pihakRubenOnsumengambil beberapa franchisor milihIamGeprekBensu.

"Jadi pas dia masuk ke kita sama sama, kita sudah ada 48 outlet, setengahnya diborong ke sana, 30 lebih diambil Ruben, jadi hak milik dia, yang ikut dia. Jadi dia itu langsung ada outlet, nggak dibeli," ujarnya. "Jordi kan dulu manager operasional, tentu dia ajak kawan kawan dia, orang orangnya dibawa lari semua.

Dia konferensi pers kasih tahu orang mulai hari ini saya tidak lagi dengan I Am Geprek Bensu, kita di geprek bensu, saudara pilih mana saya atau mereka, pilihlah semua itu," katanya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *